Sabtu, 12 Agustus 2017

NHW #11 MANAGE YOUR TEAM

Nice Homework #11
Matrikulasi IIP batch#4

MANAGE YOUR TEAM

Setelah kita belajar bagaimana mengelola komunitas, maka sekarang saatnya teman-teman praktek membuat team untuk masing-masing kota, dengan cara sbb:

Lihatlah peran yang cocok pada diri anda saat ini kemudian buatlah satu judul sesuai peran anda

Misal:

"Andaikata aku menjadi KOORDINATOR IIP KOTA....."

"Andaikata aku menjadi KETUA RUMBEL IIP KOTA....."

dll.


a. Diskusikan dengan yang lain struktur organisasi dan bentuk kegiatan semacam apa  yang cocok dg kondisi sumber daya manusia dan sumber daya alam yg ada di sekitar kita saat ini.

b. Apabila dalam grup ini peserta dari  kota anda lebih dari satu, berdiskusilah. Apabila anda hanya sendiri di grup ini, diskusikan dengan teman satu kota anda yg satu chemistry dengan anda di luar grup ini.
Andaikata tidak ada keduanya,  anda sendiripun cukup.

Selamat memanage dan merencanakan pola kerja tim anda di setiap kota.

If you can manage your self, you can manage your team


Salam Ibu Profesional,


/Septi Peni/

MANAJEMEN MENGELOLA KOMUNITAS

[kelas matrikulasi Ibu Profesional] Batch #4 Sesi #11

MANAJEMEN MENGELOLA KOMUNITAS


manajemen komunitas itu hakekatnya adalah mengurusi manusia. Jadi kita harus bisa memperlakukan manusia selayaknya manusia atau memanusiakan manusia. Mau nggak mau, kita harus benar-benar memahami seperti apa karakteristik dan kebutuhan manusia itu.

MENEMUKAN KESAMAAN
Komunitas adalah sekumpulan orang yang memiliki kesamaan,visi, hobi, atau profesi Sehingga mereka mau untuk membentuk suatu ikatan. Jadi, kalau ingin masuk dalam komunitas atau ingin membentuk suatu komunitas, menemukan kesamaan adalah hal yang paling penting.

MENDENGAR DAN TERLIBAT
Cara paling penting dalam mengelola komunitas adalah mendengar dan terlibat. Ini adalah hal dasar tetapi justru seringkali dilupakan. Kenyataannya memang tidak banyak orang yang bisa mendengar dengan baik. Kita cenderung melihat sesuatu berdasarkan persepsi, pengalaman atau pengetahuan kita sendiri. Bahkan kadang kita memaksakan agar orang harus menuruti kemauan kita. Padahal orang lain juga punya pendapat, pemikiran, keinginan, dsb. Bagaimana mereka mau mengikuti kita, kalau mereka tidak didengar dan tidak dihargai?

Hasil dari apa yang kita dengar ini bukan tidak punya peranan. Jika kita bisa mendengar dengan baik, kita bisa mendapatkan suatu pemahaman tentang bagaimana persepsi, pemikiran, kebutuhan, kebiasaan orang-orang yang jadi sasaran kita. alhasil, kita bisa merumuskan strategi. Menurut saya, jangan bicara strategi manajemen yang ‘muluk-muluk’ kalau kita belum bisa mendengar dengan baik.

Hal penting lainnya adalah terlibat. Kalau ingin mendapatkan feed back yang baik, ya harus berbaur. Jangan cuma merintah saja, tapi bisa menyentuh kebutuhan dan terlibat dalam kegiatan mereka.  komunikasi dan perlakuan yang baik dapat membangun loyalitas.

BERBAGI DAN MELAYANI
Prinsip seluruh anggota komunitas adalah “Berbagi dan Melayani” bukan “Menuntut”, sehingga dari awal ketika seseorang ingin gabung ke komunitas Ibu Profesional, mohon ditanyakan, apa yang bisa anda kontribusikan saat bergabung dengan komunitas kami?, kalau ternyata hanya akan belajar bla,…bla…ingin mendapatkan bla…bla…. Mohon teman-teman amati, merekalah yang kelak akan menjadi sumber permasalahan komunitas berikutnya, karena hanya akan menuntut.

STRUKTUR dan ATURAN KOMUNITAS
Buatlah struktur dan aturan komunitas sesederhana mungkin, karena semakin banyak aturan yang dibuat, biasanya akan jadi indikator bahwa antar anggota komunitas tidak saling percaya.
Di komunitas itu harus ada leader, manager dan tim hore. Mereka semua harus berperan dengan baik.

LEADER
KOORDINATOR KOTA 
bertugas : Mengkoordinasikan seluruh aktivitas Ibu Profesional di wilayah kotanya masing-masing, baik aktivitas online maupun offline.
koordinator ini boleh menunjukkan diri atau dipilih secara demokratis oleh seluruh pengurus IIP Kota/member. Koordinator setiap kota cukup 1 orang saja.

Koordinator Kota sebagai leader, harus dibantu oleh beberapa manager berikut ini :

MANAGER
a. ONLINE MANAGER
bertugas : Memanage dan bertanggung jawab terhadap jalannya Unit-unit kegiatan online di IIP Kota
dibantu oleh : Admin WA, Admin FB grup, Admin Web dll ( peran ini boleh dirangkap, boleh dipisah).

b. OFFLINE MANAGER
bertugas : Memanage dan bertanggung terhadap jalannya Unit-unit kegiatan offline IIP Kota
dibantu oleh : Ketua unit kegiatan masing-masing ( misal : unit kegiatan rumbel, unit kegiatan event,  unit kegiatan pelatihan dan workshop, ketua playdate, ketua fieldtrip dll)

c. FINANSIAL MANAGER
bertugas ; Memanage dan bertanggung jawab terhadap cashflow IIP kota dan jalannya unit-unit usaha IIP Kota.
dibantu oleh : Ketua Unit usaha masing-masing (misal  unit usaha crafting, unit usaha toko buku IIP, unit usaha percetakan, unit usaha fashion, unit usaha daycare dll)


DARAH KOMUNITAS
Darah komunitas, adalah unsur yang menentukan mati hidupnya komunitas. Darah Komunitas ini meliputi 2 hal yaitu unsur Materi dan non Materi. Dari sisi materi biasanya adalah unsur finansial. Sebuah komunitas perlu memiliki  “generate income”, sehingga bisa berjiwa merdeka, tidak bergantung pada orang lain. Sedangkan non materi adalah “perjuangan value komunitas”, biasanya hal ini akan membuat para anggota komunitas tetap hidup dengan berbagai macam tantangan.

Selamat Membangun Komunitas

Salam Ibu Profesional,


/Septi Peni/

REVIEW NHW #10 MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN

REVIEW NHW #10
Program Matrikulasi IIP Batch #4 

MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN


Bunda, terima kasih atas aliran rasa yang sudah keluar dari lubuk sanubari kita. Hal ini penting untuk melihat apakah misi individu dan keluarga kita selaras dengan misi peradaban di komunitas yang kita bangun di dalamnya.

Sehingga apabila misi individu dan keluarga ternyata  menjadi bagian dari misi peradaban yang dibawa oleh komunitas artinya kita ON TRACK. Di tengah perjalanan tidak akan terjadi konflik secara prinsip. Ibarat di samudera, kita berada dalam bahtera yang sama, cita-cita kita selaras dengan cita-cita komunitas.

Apabila yang terjadi sebaliknya, maka teman-teman perlu mengambil “masa jeda” sesaat untuk kembali merefleksikan diri bersama dengan keluarga. Apabila  misi keluarga kita tidak selaras dengan misi peradaban di komunitas, cita-cita diri kita dan keluarga ternyata juga tidak selaras dengan cita-cita komunitas, jangan pernah memaksakan diri, anda harus segera keluar, karena

BERSAMA itu TIDAK HARUS SAMA

Mungkin VISI  keluarga kita dengan VISI  komunitas sama, tetapi dalam menempuh perjalanan panjang menuju tujuan tersebut, ternyata kita tidak cocok secara  VALUE  dengan mayoritas teman-teman yang berada dalam satu bahtera, maka ini tidak akan membuat kita BAHAGIA. Anda harus punya prinsip untuk segera memilih salah satu, tidak boleh setengah-setengah, karena tidak ada yang sukses di dunia ini dengan setengah-setengah.

TAKE it or LEAVE It 

Segera naiki bahtera yang cocok dengan MISI KELUARGA anda dan berlabuhlah dengan BAHAGIA tanpa harus mengganggu bahtera lain yang berbeda value. Saling menolonglah , saling membantu  antar bahtera  di tengah luasnya samudera ,karena mereka memiliki tujuan yang sama dengan tujuan bahtera anda. Bukan berarti ketika seseorang tidak berada dalam bahtera yang sama dengan anda, anda harus bermusuhan dengan mereka.

Tugas anda hanya satu,  kuatkan awak kapal dan semua crew yang ada untuk memprediksi datangnya badai di tengah ombak samudera yang menderai dan angin  sepoi-sepoi yang kadang melenakan anda. Orang yang tidak memiliki misi individu, keluarga yang tidak memiliki misi keluarga, ketika masuk di dalam komunitas, bagaikan buih yang terombang-ambing, mengikuti arus yang deras saat itu kemana, TIDAK BISA MEMILIKI PRINSIP.

Ketika anda sudah berada dalam BAHTERA yang sama VISI dan MISI nya dengan keluarga anda, VALUEnya  selaras dengan VALUE Komunitas, maka  masuklah secara totalitas, ALL OUT, jangan pernah setengah-setengah, sekali lagi tidak orang yang sukses dengan setengah-setengah. Segera ambil peran, jangan menunggu peran. Karena sejatinya peran itu akan meningkatkan KEMULIAAN hidup anda.

Yang pasti satu

PERADABAN  ini TIDAK AKAN PERNAH CUKUP diselesaikan oleh SATU KELUARGA saja, maka BERKOMUNITASLAH dengan BAHAGIA

Salam,


/Septi Peni/

Minggu, 06 Agustus 2017

Admin WAG Member 1 IIP Bandung

a. Bagaimana Awal Mula terbentuknya WAG Member IIP Bandung?
WAG member IIP Bandung terbentuk karena adanya kebutuhan kami (para member IIP Bandung) untuk :
- dapat saling memberi informasi bermanfaat seperti kopdar, seminar parenting, dll.
- memiliki home-based agar tetap dapat keep and touch dengan teman-teman seangkatan di matrikulasi yg sudah memiliki kesamaan value
- Menjaga semangat bertumbuh dengan berada di lingkungan positif (Komunitas IIP)

b. Siapa sajakah anggota WAG Member IIP Bandung?
Anggota Grup Member IIP Bandung adalah Lulusan Matrikulasi IIP Bandung yg sudah resmi dinyatakan Lulus dan mendapat Seritfikat kelulusan

c. Apa saja Kegiatan di Grup WA Member IIP Bandung?
Kegiatan di Grup WA Member IIP Bandung antara lain diskusi seputar anak&keluarga, sharing ide2 Proyek keluarga, Mengenal lebih dekat, Aliran rasa mengikuti perkuliahan, Market day, dan bertukar informasi seperti seminar, workshop, parenting, dll

d. Berapa jumlah Grup Member IIP Bandung?
 Jumlah anggota Grup Member IIP bisa menampung sampai maksimal 250 orang pergrupnya. Diharapkan di Grup Member ini anggota dapat saling mengenal lebih dekat, berbagi informasi yang bermanfaat

e. Kapan member yg baru lulus matrikulasi dapat masuk ke grup Member IIP Bandung?
Grup WA Member IIP Bandung akan dibuka setelah wisuda Matrikulasi, yang nantinya Grup Member IIP ini ada berdasarkan angkatan dengan Klasifikasi sebagai berikut :
⏩ Grup Member angkatan 1
(anggotanya adalah lulusan matrikulasi batch 1&2)
⏩ Grup member angkatan 2
(anggotanya adalah lulusan matrikulasi batch 3)
⏩ Grup member angkatan 3
(anggotanya adalah lulusan matrikulasi batch 4)
⏭ Dan seterusnya..

f. Berapa jumlah admin Grup WA Member IIP Bandung?
Karena jumlah anggota grup cukup banyak (lebih dari 100 orang) maka Admin Grup Member terdiri dari 2-4 orang yang bertugas menjaga grup secara bergantian setiap harinya.

g. Apakah lulusan Matrikulasi IIP Bandung wajib bergabung dengan WA Grup Member?
Tidak, member IIP Bandung sangat boleh untuk tidak bergabung didlm grup Member jika tidak berkenan

h. Bagaimana kondisi member Grup saat ini?
Karena sudah sama-sama ikut dan lulus matrikulasi, alhamdulillah sejauh ini kompak walau pasti ada yg silent reader atau pasif.

i.Tantangan-tantangan apa saja yang saya hadapi?
Tantangan sering muncul dari diri sendiri, terutama dalam manajemen waktu. Masih terus berusaha Agar bisa balance antara menjalankan tugas sebagai admin (online) dan menjalankan tugas sbg ibu rumah tangga (offline).
Karena sering kali kalau sudah online lupa waktu 😂🙈

Tantangan diluar diri antara lain, bagaimana Menjaga & mendorong semangat member agar mau berbagi dan berkontribusi aktif di dalam grup

j.Apakah bakat yg sudah Allah berikan untuk saya, shg mendapatkan amanah ini?
Berdasarkan hasil asesmen talent mapping, dan saya rasakan juga bahwa hasil tersebut memang saya banget.. saya memiliki bakat :
Relating (senang ngumpul, senang membina hubungan persahabatan berdasarkan rasa saling pengertian, atau berbagi pandangan dan kepedulian, senang berkomunikasi)
Serving ( senang melayani dan mendahulukan orang lain)
informing (senang menyampaikan informasi, kabar atau pengetahuan kpd org lain)
distributing (senang menyebarkan sesuatu (barang, informasi))

Keempat bakat itulah yg sangat mendukung sekali untuk saya menjalankan amanah sebagai admin grup WA, dan saya enjoy menjalaninya. Alhamdulillah

k. Bagaimana saya menggunakan bakat tersebut untuk kebermanfaatan komunitas?
Dengan bakat tersebut, saya berusaha melayani komunitas (anggota grup khususnya) dlm hal informing & distributing sebaik mungkin. In syaa Allah


"Allah tidak akan membebani kaumnya, melebihi kemampuannya"


NHW #10 Matrikulasi - Membangun Komunitas, Membangun Peradaban

Nice Homework #10
Program Matrikulasi IIP batch #4

MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN

Apa kabar bunda semuanya? Semoga masih semangat belajar di sela-sela aktivitas liburan bersama anak-anak.

Kali ini kita akan melihat diri kita sebagai seorang yg sudah menjalankan peran di komunitas.

Lihat posisi anda saat ini, kemudian amati peran peradaban apa yg sedang dititipkan Allah di pundak teman-teman semuanya.

Maka buatlah essay pendek, dengan judul posisi anda saat ini.

Contoh :
KOORDINATOR KOTA

a. Bagaimana kondisi masyarakat/member yg saya pimpin saat ini?
b.Tantangan-tantangan apa saja yang saya hadapi?
c.Apakah bakat yg sudah Allah berikan untuk saya, shg mendapatkan amanah ini?
d. Bagaimana saya menggunakan bakat tersebut untuk kebermanfaatan komunitas?
e. Tahun depan, perubahan apa saja yang akan saya lakukan untuk komunitas/Rumah Belajar/ di kota kami?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya contoh, bisa anda modifikasi sendiri sesuai aliran hati yang teman-teman rasakan.

"Allah tidak akan membebani kaumnya, melebihi kemampuannya"

Salam Ibu Profesional,

/Septi Peni/

MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN

MATERI MATRIKULASI IBU PROFESIONAL BATCH #4 SESI #10

MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN


It takes a Village to raise a CHILD
Perlu orang sekampung untuk membesarkan anak
demikian pepatah dari bangsa Afrika.

Dulu, pendidikan dimaknai, dipahami dan dijalankan oleh para keluarga dan komunitas secara berjamaah. Pendidikan adalah sebuah keniscayaan untuk membentuk komunitas yang lebih baik, demikian juga sebaliknya, komunitas memerlukan pendidikan untuk mengangkat derajat posisi peran personal dan komunal yang lebih baik di muka bumi ini serta memuliakan kearifan dan akhlak yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

Pendidikan bukan lahir karena adanya komunitas atau masyarakat, justru pendidikanlah yang melahirkan komunitas dan peradaban.

Pendidikan adalah tanggung jawab keluarga dan komunitas, karena keluarga dan komunitaslah yang paling paham peran yang paling bermanfaat untuk dirinya, yang paling tahu sisi kekuatan dan kelemahan dirinya.

Maka sudah saatnya kita mengembalikan keluarga dan komunitas yang kita bangun sebagai sentra pendidikan peradaban. Karena sesungguhnya peradaban adalah milik keluarga dan komunitas, karena di dalamnya akan muncul karya peradaban dan generasi peradaban yaitu anak-anak kita.

TAHAPAN MEMBANGUN PERADABAN DALAM KOMUNITAS

Membangun peradaban di komunitas bisa dijalankan seiring dengan membangun peradaban pada diri kita sendiri dan membangun peradaban di keluarga. Mari kita lihat bersama:

a. Setiap manusia memiliki MISI INDIVIDUAL

Setiap manusia dilahirkan dengan karakteristik yang unik, maka tugas dan peran yang akan dijalaninya di muka bumi ini juga pasti unik.

b. Setiap keluarga memiliki MISI KELUARGA

Misi keluarga bisa jadi misi bersama yang menjadi kekhasan setiap keluarga. Misi keluarga ini bisa jadi kombinasi dari sifat keunikan ayah, ibu dan anak. Atau bisa juga karena ada dominasi sifat yang mewarnai kekhasan keluarga. Di titik ini kita paham, apa rahasia besar Allah mempertemukan kita  ( suami dan anak-anak) dalam satu keluarga.

c. Setiap komunitas memiliki MISI PERADABAN

Burung yang berbulu sama pasti akan saling bertemu

 Inilah mungkin yang menyebabkan kita bisa berkumpul di komunitas Ibu Profesional, belum pernah saling ketemu muka, tapi rasanya sudah satu chemistry, karena sebenarnya kita sedang membawa misi peradaban yang sama. Yaitu membangun Rahmat bagi semesta alam lewat dunia pendidikan anak dan keluarga.

VALUES KOMUNITAS

Values komunitas adalah BERBAGI dan MELAYANI
bukan MENUNTUT,

 maka :
a. Mulailah dari diri kita,
b. Berbagi apa yang kita miliki
c. Satu alasan kuat karena anda ingin melayani komunitas, bukan untuk mencari popularitas, atau bahkan untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.

TAAT ASAS

Kemudian tahap berikutnya adalah pahami, komunitas Ibu Profesional ini hadir dan berkembang di Indonesia. Dimana asas kebangsaan yang dianut di Indonesia adalah asas BHINNEKA TUNGGAL IKA. Sebagai warga negara yang baik kita perlu TAAT ASAS. Maka pahamilah bahwa kita ini adalah BERAGAM

Perbedaan itu akan menjadi rahmat, maka berjalanlah secara

HARMONI dalam KEBERAGAMAN

GERAK dan KEBERMANFAATAN

Jangan khawatr dengan jumlah, karena banyak dan sedikit itu tidak penting, yang penting adalah GERAK ANDA dan ASAS KEBERMANFAATAN kita bagi sesama.
Pakailah prinsip sebagai berikut :

Andaikata ada 1000 ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah satunya adalah SAYA

Andaikata ada 100 ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga maka salah satunya pasti SAYA

Andaikata hanya ada 1 ibu saja yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga  maka ITULAH SAYA

Rumah adalah miniatur peradaban, bila potensi fitrah-fitrah baik bisa ditumbuhsuburkan, dimuliakan dari dalam rumah-rumah kita, maka secara kolektif akan menjadi baik dan mulialah peradaban.

Selamat membangun komunitas, membangun peradaban,

Selamat bergabung di komunitas Ibu Profesional.

dan bersiaplah menjadi Ibu Kebanggaan Keluarga

Salam,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


Sumber Bacaan  :

  • Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Radja Grafindo, 2000
  • Harry Santoso dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2015
  • Ibu Profesional, Membangun Komunitas, Materi Perkuliahan IIP, 2015
  • Link Video IIP, Membangun Komunitas, Membangun Peradaban
  • https://www.youtube.com/watch?v=mSz18xTNtGA&t=111s

Menstimulus Kecerdasan Logis Matematis Anak

1 AGUSTUS 2017
Cemilan Rabu Materi #6

🔹Menstimulus Kecerdasan Logis Matematis Anak🔹


Dalam pendidikan anak, peran orangtua tidak tergantikan dan rumah merupakan tempat pendidikan anak yang utama.

Banyak permainan eksplorasi yang bisa dilakukan bersama-sama antara orangtua dan anak yang bisa dilakukan didalam rumah atau diluar rumah untuk mengasah kemampuan logis matematis anak.

Saat anak balita bermain pasir atau benda kecil halus lainnya (beras, tepung, biji2an, dll) sesungguhnya ia tengah menghidupkan otot tangannya dan melatih motorik halusnya sehingga anak akan mampu memegang pensil, menggambar, dll. Dengan bermain pasir dan benda kecil halus lainnya, sesungguhnya anak belajar estimasi dengan menuang & menakar.

🔢Saat mengenalkan konsep angka, orang tua mesti menyediakan suatu angka dengan simbolnya, misalnya mama mempunyai 3 buah apel. Maka orangtua mengenalkannya dengan buah yang sesungguhnya dengan jumlah yang sama, sehingga anak paham tentang konsep angka dan bilangan.

🎶Lagu juga bisa menjaDi media untuk mengenalkan berbagai tema tentang angka. Contoh: lagu Satu-Satu Aku Sayang Ibu. Lagu ini tidak hanya mengenalkan angka tapi juga subyek yang ada di sekitar anak tersebut.

 Setelah anak mengenal bilangan 1 sampai 10, maka kenalkanlah anak dengan bilangan nol. Memberikan pemahaman konsep nol pada anak tidaklah mudah. Bisa dilakukan dengan menghitung hiasan magnet yang ditempel dikulkas. Cobalah mengambil satu persatu dan mintalah anak menghitung yang tersisa. Lakukan berulang sampai magnet di kulkas tidak ada lagi yang melekat. Saat itu
kita tunjukkan bahwa yang dilihat pada kulkas adalah 0 (nol) magnet

🍳Saat berada didapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan logika matematika, misalnya mengelompokkan sayur dan buah berdasarkan bentuk dan warna

Di dapur juga anak bisa belajar dan mengenal konsep membagi, menambah dan mengurangi dari aktivitas memasak🍜 dan membuat kue, membagi hasil masakan dan membagi kue 🍕. Anak juga bisa belajar menimbang, menakar dan menghitung waktu. Memasak sambil melihat resep juga melatih keterampilan membaca dan belajar kosakata baru.

🏡Di rumah, kita juga bisa memberikan pemahaman konsep kuantitas dalam matematika. Misalnya dengan menghitung berapa jumlah ikan hias di kolam atau aquarium, menghitung berapa banyak motor yang lewat didepan rumah dalam 15 menit.
Mengenalkan konsep perbandingan seperti besar-kecil, cepat-lambat, panjang-pendek dan sebagainya, misalnya dengan menanyakan roti donut dan roti bolu lebih besar mana, yang lebih cepat bergerak mobil atau motor, lebih tinggi mana pohon kelapa atau pohon belimbing, atau lebih berat mana tas kakak atau tas adik, dan sebagainya.

Untuk kegiatan diluar rumah, kita bisa mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga melatih keterampilan aritmatika sederhana (kali, bagi, tambah, kurang).

Kita juga bisa memberikan anak mainan yang berbentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi, persegi panjang, dan lain-lain serta mengajak mereka mengamati benda-benda disekitarnya yang berhubungan dengan bentuk geometri, misalnya: ban mobil, papan iklan, dan lain-lain. Pengenalan geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik.

⚽ Permainan tradisionalpun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti main congklak atau dakon, bermain bola bekel, dan lain-lain, sebagai sarana belajar berhitung dan bermanfaat untuk melatih kemampuan manipulasi motorik halus terutama melatih kemampuan jari tangan yang bermanfaat untuk kekuatan tangan saat menulis. Selama bermain, anak dituntut fokus mengikuti alur permainan, hal ini berguna melatih konsentrasi dan ketekunan.

🌟Mengapa stimulasi untuk kecerdasan logis matematis anak, banyak melalui permainan dan kegiatan bermain yang menyenangkan?

🎨Karena dengan bermain akan membuat anak dapat mengekspresikan gagasan dan perasaan, serta membuat anak lebih kreatif.

🔍Dengan bermain, juga akan melatih kognisi atau kemampuan belajar anak berdasarkan apa yang dialami dan diamati dari sekelilingnya

💡Saat memainkan permainan yang menantang, anak memiliki kesempatan untuk memecahkan masalah, misalnya menyusun lego atau puzzle. Anak dihadapkan pada masalah, tetapi bukan masalah yang sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan, membuat anak tanpa sadar bahwa ia tengah dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah.

🌸Dengan menstimulus kecerdasan logis matematis di rumah dan di lingkungan sekitar tempat tinggal anak, dengan pendekatan yang menyenangkan, kreatif, kontekstual dan realistik, maka anak akan menyukai matematika, karena matematika ada disekitar mereka (I Love Math, Math Around Us) dan mereka mengetahui tujuannya untuk apa mereka belajar matematika.

Matematika ternyata mengasyikkan ya 💡
Selamat belajar matematika bersama keluarga 🏡👨‍👩‍👦‍👦

Salam Ibu Profesional,


/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

🔹Sumber Bacaan :

  • http://uihanamizuki.blogspot.co.id/2014/12/makalah-kecerdasan-logis.html?m=1
  • Thomas Amstrong, In Their Own Way: Discovering and Encouraging your child's Multiple Intelligence, 2000