Jika ditanya aliran Rasa, yang terpikir adalah bagaimana rasanya saat-saat kemarin menjalani hari hari yang padat dan tak terduga.
Alhamdulillahnya family project yang kami jalani adalah proyek keluarga yang sebelumnya sudah kami rencanakan. Jadi tinggal realisasi dan memaknai. Adanya tantangan 10 hari tentang family Project membuat sy pribadi lebih antusias dan membuat kegiatan yang kami kerjakan ga sekedar agenda dan kegiatan biasa. Lebih dari itu, sesi apresiasi membuat sy mikir apa sih manfaatnya kegiatan tsb u kami dan anak2?
Apakah anak2 sudah enjoy, sudah banyak belajar, sudah menambah suatu keterampilan, dll.
Rasanya seru dan menantang. Sempet ngedown juga sih saat anggota keluarga satu persatu sakit bergiliran. Membuat merasa bersalah dan frustasi karena lagi semangat - semangatnya eeh . . . Ternyata ada episode sakitnya. Apalagi suami yg sampe 2x ke dokter karena ga sembuh-sembuh. Terus sampe ga masuk kerja beberapa hari, berikut saya jadinya yang harus anter husna pulang pergi ke ujung berung sendiri. Benar - benar menguras energi.
Mungkin karena itu juga, akhirnya saya yang ngedrop. Badan udah ga mampu nanggung beban fisik dan pikiran, sesak nafas yg udah 1 tahun lebih ga pernah kumat tiba-tiba aja 1 minggu lalu jadi. Finally harus diuap di RS beberapa jam. Untungnya ga harus di rawat karena habis obat via uap alhamdulillah nafasnya ga terlalu sesak lagi.
Hikmahnya sekarang lebih semangat lagi jalanin dan manaj semuanya. Supaya badan ga jadi korban, pokoknya menyiasati supaya saya ga melewati batas kemampuan tubuh seperti kemarin. Semangat sehat, semangat bertumbuh, semangat mengaplikasikan ilmu yg didapat. In syaa Allah, bismillah . . .
Tampilkan postingan dengan label Aliran Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aliran Rasa. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 April 2017
Sabtu, 18 Maret 2017
Aliran Rasa Melatih Kemandirian
Alhamdulillah . . . Level 2 bunda sayang dengan materi Melatih kemandirian berikut tantangan 10 hari nya berhasil dijalani dengan baik. Rasanya? Banyak turbulensi, terutama dalam mengahadi reaksi dan respon anak saat belajar mandiri.
Kadang lancar, kadang juga tidak. Dan kesabaran adalah peer bagi saya dslam menjalaninya
Kadang lancar, kadang juga tidak. Dan kesabaran adalah peer bagi saya dslam menjalaninya
Sabtu, 18 Februari 2017
Aliran Rasa Komunikasi Produktif
Aliran Rasa saat belajar Komunikasi Produktif
Seperti yang pernah diutarakan dalam catatan saat mengerjakan tantangan 10 hari Komunikasi Produktif, problem utama yang saya rasakan saat praktek komunikasi produktif adalah karena belum selesai dengan diri sendiri. Sering merasa psimis, minder dan tidak bersemangat praktek. Apalagi kalau udah keceplosan, auto pilot parenting, duuuh.. rasa bersalahnya tuh bs sampe berhari-hari. Tapi inget lagi bahwa diri harus dapat menerima kesalahan, memaafkan dan melepaskan. Supaya bisa move on dan berubah ππ
Saya bersyukur bisa mengikuti kelas bunda sayang ini, karena kali ini kita dituntut untuk dapat praktek setiap hari, setiap saat, setiap ada kesempatan di setiap keadaan. Dengan challenge yang terukur dan terarah diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru yang positif. Insyaallah
Bagaimana rasanya?
Nano-nano . . . ππ ada seneng, sedih, lelah, semangat, tapi sempet ngerasain mentok juga. Alhamdulillahnya saya ga sendirian, ada temen2 seperjuangan yang juga sama-sama belajar, berproses dan berubah. Sama-sama ngalamin dan ngerasain nano-nano . . . Jadi yaa nikmati aja prosesnya, menikmati perjalanannya, lakukan dan terus lakukan.
Seperti satu bait lirik lagu yang selalu saya ingat "jalani saja, lakukan saja, kita kan mampu melaluinya" π΅πΆπ€
Jadi semangaaat!!! πͺπͺπͺ
#aliranrasa
#komunikasiproduktif
Langganan:
Postingan (Atom)